Duhai Bunda dari para kekasih

Sama hal nya sebagimana saat melihat Mbah Mus (KH. Musthofa Bisri) mengunggah puisi milik penyair Mahmoud Darwish, saat melihat beliau mengucapkan Tahniah atas Milad isteri beliau seraya memberitahu akan kesulitan mengunggah video berjudul “Sit al Habaib” oleh Muhammad Abdul Wahab, maka langsungku cari videonya menuntaskan rasa penasaran dan sekaligus berinisiatif menerjemahkan kasidah itu sebagai kado ulang tahun untuk Bunda, sebab Hidup kita terlalu singkat untuk menunda kata untuk diucapkan.

Selain itu Piyantun sepuh (meminjam istilah Mas Timur) nan sahaja, Mbah Mus seakan ingin memberi pelajaran kepada para mudda’i-nya bahwa penghormatan kepada sosok Ibu merupakan kewajiban yang tidak terbantahkan. berikut link video-nya.

ini versi Arab Idol-nya

ست الحبايب ياحبيبة

يارب يخليكي ياأمي

لو ترضي تقبليهم دول هما هديتي

نور عيني ومهجتي وحياتي ودنيتي

وألاقي فين أغلى هدية

أجيب منين عمر يكفي

لو عشت طول عمري أوفي جمايلك الغاليه علي

يارب يخليكي ياأمي

يارب يخليكي ياأمي

وتحسي بشكوتي من قبل ماأحس أنا

بتحسي بفرحتي قبل الهنا بسنة

وعايشه من سر دعاكي

أنا روحي من روحك انت

ويدوم لي رضاكي

تعيشي لي ياحبيبتي يا أمي

وتصحي من الآدان وتيجي تشقري

انام وتسهري وتباتي تفكري

ولسه برضه دلوقتي بتحملي الهم بدالي

زمان سهرتي وتعبتي وشلتي من عمري ليالي

يارب يخليكي يا أمي

ياحنينة وكلك طيبة

يااغلى من روحي ودمي

ست الحبايب ياحبيبه

 

 

 

Duhai Bunda dari para kekasih, Oh kasih.

Wahai engkau yang lebih berharga dari jiwa dan ragaku

Wahai engkau kelembutan dan yang diliputi kebaikan

Tuhan menjagamu untukku, wahai Bundaku

Dahulu engkau selalu terjaga ditiap malamnya dan berlelah payah demi diriku
hingga kini engkau bersukarela menanggung kesusahan demiku

Aku tertidur pulas sedang engkau terjaga sepanjang malamnya memikirkan diriku

Dan engkau terbangun kala adhzan berkumandang seraya menengok diriku

Kehidupanmu tercurahkan untukku Duh kekasihku Duh Bundaku

Semga keridhanmu selalu menaungiku

Jiwaku berasal dari jiwamu
Ketentraman hidupku bersumber dari doa-doa lirihu
Kebahagianmu begitu sangat meski aku belum berumur satu tahun
Kesusahanku bagimu begitu sangat bahkan sebelum aku mampu merasakannya

Tuhan menjagamu untukku, wahai Bundaku

Tuhan menjagamu untukku, wahai Bundaku

Bahkan jika keseluruhan hidupku tercurahkan untuk membalas segala keindahan yang engkau berikan padaku

Entah harus berapa kehidupan aku butuhkan

Dan entah keindahan apa yang haru aku persembahkan
Cahaya mataku, jiwaku, hidupku dan duniaku
Jika engkau mengkhendaki akan kuberikan semua untukmu

Tuhan menjagamu untukku, wahai Bundaku Duhai Bunda dari para kekasih, Oh kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s